Contoh Kalimat Yang Tidak Koheren

Mengenal Kalimat yang Tidak Koheren: Contoh dan Penerapannya

Koherensi adalah salah satu unsur penting dalam bahasa dan penulisan. Kalimat yang koheren adalah kalimat yang mengalir dan logis, memungkinkan pembaca atau pendengar untuk mengikuti pikiran penulis atau pembicara dengan mudah. Namun, terkadang, kita bisa menemui kalimat yang tidak koheren, yang berarti kalimat tersebut memiliki keterputusan atau kesalahan dalam logika penyampaian pesan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa itu kalimat yang tidak koheren dan memberikan beberapa contoh untuk memahaminya.

Apa itu Kalimat yang Tidak Koheren?

Kalimat yang tidak koheren adalah kalimat atau rangkaian kata yang tidak membentuk urutan logis atau membuat pembaca atau pendengar bingung. Biasanya, ketidakkoherenan dapat muncul karena penggunaan kata atau frase yang tidak tepat, informasi yang terputus-putus, atau pemikiran yang tidak terstruktur.

Contoh Kalimat yang Tidak Koheren:

1. ‘Dia berbicara tentang masalah politik. Apel segar sangat enak.’

Kalimat ini adalah contoh dari ketidakkoherenan yang jelas. Pembicaraan yang dimulai dengan masalah politik secara tiba-tiba berpindah ke topik yang sama sekali tidak terkait, yaitu apel segar. Tidak ada hubungan atau aliran logis antara kedua kalimat ini.

2. ‘Setelah membayar tagihan listrik bulan ini, kita harus merencanakan liburan musim panas.’

Dalam kalimat ini, tidak terdapat hubungan logis antara membayar tagihan listrik bulan ini dan merencanakan liburan musim panas. Ini adalah contoh ketidakkoherenan yang muncul ketika dua topik yang berbeda dipadukan dalam satu kalimat tanpa hubungan yang jelas.

3. ‘Dia memasak makan malam yang lezat. Ternyata, mobilnya rusak.’

Dalam kalimat ini, ada perubahan tiba-tiba dari membicarakan makan malam yang lezat ke mobil yang rusak. Kedua peristiwa ini tidak berkaitan dan tidak ada penjelasan yang menghubungkannya.

4. ‘Saya harus mengumpulkan semua data penelitian. Kucing tetangga baru saja melahirkan.’

Kalimat ini adalah contoh ketidakkoherenan yang muncul ketika dua peristiwa yang berbeda disampaikan tanpa hubungan yang jelas. Mengumpulkan data penelitian dan kelahiran kucing tidak memiliki keterkaitan.

Dampak Ketidakkoherenan dalam Komunikasi:

Kalimat yang tidak koheren dapat membingungkan pembaca atau pendengar. Ini membuat mereka kesulitan memahami pesan yang ingin disampaikan dan mengganggu alur pikiran yang diberikan oleh penulis atau pembicara. Oleh karena itu, penting untuk menghindari ketidakkoherenan dalam penulisan dan komunikasi.

Kalimat yang tidak koheren adalah kalimat atau rangkaian kata yang tidak membentuk alur logis dan bisa membingungkan pembaca atau pendengar. Membangun kalimat yang koheren dan logis adalah kunci untuk komunikasi yang efektif dan pemahaman pesan yang ingin disampaikan.

Scroll to Top